Diconic

Oktober 26, 2017

MENGETAHUI LEBIH DALAM TENTANG JASA PEMBUATAN ELEARNING

Filed under: E-Learning — Kiswanto Wirjadikarta @ 6:35 am

MENGETAHUI LEBIH DALAM TENTANG JASA PEMBUATAN ELEARNING

Dewasa ini banyak perusahaan mulai menyadari e-learning adalah solusi pengembangan SDM yang dapat diperhitungkan. Tak hanya sekedar menghemat biaya pelatihan, tapi e-learning memberikan banyak manfaat lainnya seperti fleksibilitas waktu pelatihan, kemudahan akses dan kemudahan mengontrol pelatihan di dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi, ketika sebuah perusahan baru memulai sebuah transisi dari training konvensional di dalam kelas menjadi e-learning, tentu anda akan menemui banyak kebingungan. Anda tidak perlu khawatir, artikel ini akan membantu anda memahami mengenai alur penerapan e-learning dalam sebuah perusahaan.

Dalam jasa pembuatan e-learning biasanya terdapat 2 penawaran, yaitu pembuatan konten berupa modul pembelajaran dan pembuatan web Learning Management System (LMS) sebagai wadah untuk mengakses modul e-learning. Jika perusahaan anda belum pernah mengaplikasikan e-learning, maka bisa jadi anda akan membutuhkan keduanya. Anda bisa saja membuat konten modul e-learning paling terbaik sedunia, tapi jika tidak ada user yang bisa mengakses modul elearning tersebut maka bisa jadi percuma. LMS adalah layanan berupa website yang memungkinan user untuk mengakses module e-learning yang telah dibuat. Tidak hanya sebagai wadah, LMS juga memungkinkan anda untuk mengontrol penggunaan e-learning di dalam sebuah perusahaan atau instansi. Kontrol yang dimaksud berupa laporan terhadap siapa saja yang telah mengakses e-learning, memberikan peringatan bagi yang belum mengakses, termasuk memberikan penilaian terhadap hasil tes yang dikerjakan oleh user. LMS masa kini juga didukung oleh teknologi cloud sehingga dapat diakses secara mobile melalui telepon genggam anda. Jadi konten modul e-learning yang telah dibuat dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Dengan demikian, penyerapan penggunaan e-learning diantara karyawan dapat dioptimalkan.

Ketika kita berbicara mengenai pembuatan konten e-learning. Ada beberapa pihak yang terlibat dalam sebuah proyek pelatihan dengan menggunakan e-learning, seperti Subject Matter Expert, Tim Developer dan End User. Mari kita mulai dari pihak pertama yaitu Subject matter Expert (SME). SME biasanya adalah representasi dari perusahaan yaitu pengampu materi yang menguasai suatu materi tertentu yang akan dibuat menjadi sebuah konten e-learning. SME bisa jadi seorang tim ahli dari sebuah perusahaan yang memahami seluk-beluk dari sebuah konten pembelajaran yang akan disampaikan menjadi sebuah e-learning. Perlu diingat, SME bukan berarti seseorang yang ahli dalam membuat e-Learning, tapi SME adalah seorang ahli di ranah materi atau konten yang akan disampaikan. Seorang SME akan menyusun sebuah materi pelatihan berikut durasi dari sebuah pelatihan tersebut. SME juga akan mempersiapkan sebuah materi test untuk mengukur pemahaman user terhadap konten yang disampaikan. Akan tetapi, jika sebuah perusahaan tidak memiliki seorang SME makan posisi ini dapat di outsource kan kepada tim developer sebagai vendor yang akan mengerjakan konten e-learning. Maka representasi perusahaan bisa jadi dari divisi HR atau learning development yang akan bertindak sebagai project manager yang akan me- supervisi pengerjaan e-learning sampai selesai.

Ketika materi sudah disiapkan oleh SME, maka kini tugas tim developer untuk menyusun materi tersebut menjadi sebuah skenario pembelajaran. Tim developer yang bertanggung jawab untuk mengubah sebuah materi tertulis menjadi lebih hidup dan menarik dengan penggunaan animasi, grafik dan suara agar user tidak bosan ketika mempelajari materi pelatihan tersebut. Tim developer akan menerapkan strategi-strategi pembelejaran seperti games, cerita, dan skenario menarik lainnya untuk membuat pembelajaran lebih menarik lagi. Fitur-fitur tersebut di susun dalam sebuah storyboard yang bertujuan untuk memvisualisasikan hasil akhir dari sebuah module e-learning agar dapat dipahami oleh para stakeholder seperti SME dan supervisor dari pihak klien. Setelah tim developer memeroleh approval dari klien maka pengerjaan dilanjutkan pada proses alpha, yaitu pengerjaan animasi dan merealisasikan semua rencana yang ada dalam storyboard kedalam menjadi file digital dengan menggunakan software authoring tools yang kompatibel dengan platform LMS yang digunakan. Penting untuk diketahui, setiap LMS memiliki karakteristiknya masing-masing. Bisa jadi file e-learning yang bekerja dengan baik pada satu LMS tidak dapat dibaca di LMS lain. Disini fungsi dari tim developer untuk menangani masalah tersebut.

Setelah sebuah module e-learning diselesaikan oleh tim developer, maka akan ditunjuk beberapa representasi dari end-user untuk melakukan User Acceptance Test (UAT) guna mengetahui apakah modul yang telah diselesaikan dapat diterima dengan baik oleh user atau tidak. Proses ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang muncul jika terdapat error di dalam sebuah module atau materi yang disampaikan tidak tepat untuk target user. Proses ini dapat menjadi sebuah evaluasi terhadap serangkaian proses yang telah dikerjakan dari awal.

Penting bagi anda untuk mengetahui proses pengerjaan e-learning sebelum anda memulai untuk mencari jasa pembuatan e-learning. Sungguh sangat penting untuk menemukan vendor yang tepat yang dapat mendengarkan kebutuhan anda untuk mewujudkan kebutuhan training dalam perusahaan anda. Anda dapat mempertimbangkan baik tidaknya sebuah vendor e-learning dari portofolio yang pernah mereka kerjakan dari proyek-proyek sebelumnya dan bagaimana tanggapan klien terhadap jasa yang mereka tawarkan.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu perubahan, terlebih jika perubahan tersebut mengajak anda kearah yang lebih baik. Perubahan teknologi yang masif menyeret kita untuk ikut terus berubah dan menyesuaikan diri terhadap kemajuan yang ada. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memahami jasa pembuatan e-learning dan dapat memilih langkah yang tepat.

Salam Sukses

Oktober 18, 2017

MENGAPA TRAINING DIBUTUHKAN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN

Filed under: E-Learning — Kiswanto Wirjadikarta @ 8:19 am

MENGAPA TRAINING DIBUTUHKAN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN

Rasanya semua orang setuju bahwa pendidikan yang layak dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. Pendidikan yang layak juga selayaknya diberikan di dunia kerja melalui training-training yang berhubungan dengan unit kerja tersebut. Akan tetapi, bila kita berbicara mengenai biaya investasi yang dikeluarkan untuk training, maka banyak perusahaan yang berpikir ulang dan memilih mengalokasikan uang yang ada untuk produksi dan pemasaran.
Terutama saat kondisi keuangan di perusahaan sedang tidak baik, seringkali pelatihan ditempatkan pada prioritas akhir dalam perencanaan keuangan. Terlebih biaya training dalam konteks korporat dapat membebankan banyak biaya seperti biaya hotel, sewa tempat, konsumsi dan transportasi. Akan tetapi, ada beberapa alasan yang dapat menguatkan alasan mengapa training dibutuhkan dalam sebuah perusahaan.
1. Training dapat meningkatkan performa karyawan
Jika anda mengharapkan perusahaan yang anda pimpin melakukan lompatan besar dalam performanya, maka anda harus memulai dari Karyawan anda. Karyawan adalah aset yang paling berharga dalam sebauh perusahaan. Dengan meningkatkan mutu karyawan berarti perusahaan anda telah secara langsung meningkatkan kualitas mutu produk anda.
Pada hakikatnya, training yang tepat memastikan setiap karyawan di perusahaan memiliki keterampilan (skill) yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaannya. Tentu anda tidak ingin merekrut karyawan yang tidak mampu menyelesaikan tugas yang anda berikan, bukan?
2. Training menjembatani kesenjangan skill diantara karyawan
Sudah menjadi hal yang krusial dalam sebuah perusahaan untuk menjaga karyawan mereka tetap up to date terhadap perkembangan teknologi, khususnya teknologi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan mereka. Jika setiap karyawan di perusahaan anda up to date atau melek teknologi, maka dapat dipastikan mereka membawa pengetahuan mereka dan training yang diperoleh untuk diaplikasikan ke bidang pekerjaan mereka. Training juga dapat meminimalisir risiko yang muncul sewaktu-waktu dan memastikan usaha anda tetap siap berkompetisi di tengah derasnya gempuran teknologi dan perubahan.

Dua uraian diatas dapat menambah kuat alasan mengapa trianing dibutuhkan di perusahaan. Jika kondisi keuangan di perusahaan sedang tidak baik, training dapat tetap dilaksanakan dengan pilihan alternatif lainnya. E-learning dapat menjadi sebuah solusi training saat keuangan diperusahaan sedang ketat. Ada banyak kelebihan e-learning yang dapat menunjang kebutuhan training diperusahaan anda yang bahkan memberi manfaat lebih banyak daripada training di dalam kelas.
Kabar baiknya anda tidak perlu menghabiskan banyak biaya untuk mengadakan sebuah training. Tidak perlu sewa hotel, sewa venue, sewa catering, dan lain-lain. Bahkan, peserta training dapat mengakses materi training kapan saja dan dimana saja. Peserta training dapat mengakses materi training tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka. Anda dapat memonitor penggunaan e-learning diantara karyawan melalui Learning Management System yang terintegrasi di dalam e-learning. Materi training pun dapat diakses berulang kali oleh karyawan.
Ada segudang manfaat e-learning lainnya yang dapat diperoleh jika anda mengaplikasikannya dalam perusahaan anda. Anda dapat mengkonsultasikan kebutuhan training dalam perusahaan anda pada penyedia jasa pembuatan e-learning seperti Diconic, dan kami akan memberikan solusi-solusi yang dapat diaplikasikan dalam perusahaan anda.

Oktober 12, 2017

5 Kekurangan Training di kelas yang dapat diselesaikan E-learning

Filed under: E-Learning — Kiswanto Wirjadikarta @ 5:20 am

5 Kekurangan Training di kelas yang dapat diselesaikan E-learning

Pernahkah anda menghadiri sebuah training yang diselenggarakan begitu hebat seperti, pembelajaran yang menyenangkan, banyak games yang menarik, pembicara yang begitu menginspirasi dan semua orang yang berada di dalam training terlibat dalam situasi yang begitu Fun. Mereka terinspirasi untuk melakukan suatu perubahan yang besar setelah training tersebut selesai dan menginjakkan kaki keluar dari arena training.

Akan tetapi, setelah training tersebut selesai, Anda kembali pada rutinitas normal anda, bekerja 8 jam sehari dan melakukan semua kegiatan anda seperti semula. Hingga suatu ketika, inspirasi untuk melakukan perubahan tersebut muncul kembali dan Anda menemukan kesulitan untuk mengumpulkan kembali semua informasi yang anda dapat dari training tersebut. Anda membuka kembali catatan-catatan Anda saat menghadiri pelatihan tersebut dan mengingat kembali satu per satu informasi yang anda peroleh tapi masih ada banyak lagi informasi yang terlewat, hingga akhirnya anda menyerah dan pasrah bila perubahan itu akan terjadi maka terjadilah.  Bisa jadi, Anda mengalami hal ini tidak hanya sekali, bukan?

Momen seperti diatas tentu dapat dihindari jika sebuah training telah mengaplikasikan e-learning atau mobile learning. E-learning memberikan banyak pilihan kepada peserta training untuk mengakses kembali informasi seputar training kapan saja dan dimana saja, tepat ketika informasi tersebut dibutuhkan. Adanya keterbatasan manusia untuk memanggil kembali informasi yang hanya satu kali disampaikan, membuat training di kelas mengalami beberapa hambatan. Mari kita kenali satu persatu hambatan training di kelas melalui uraian berikut.

  1. Ketersediaan di waktu yang tepat.

Program training di kelas tidak dapat diselenggarakan dalam waktu singkat, mengingat beberapa aspek perlu dipertimbangkan seperti ketersediaan trainer di waktu tersebut, tempat pelatihan, akomodasi, penginapan, dan lain lain. Kita belum berbicara berapa banyak biaya yang perlu disiapkan untuk menyelenggarakan training tersebut. Biaya tersebut bisa menjadi berkali lipat, bila adanya situasi mendesak dimana suatu pelatihan di kelas wajib diselenggarakan segera dalam waktu persiapan yang singkat.

Di sisi lain, E-Learning selalu bisa diakses oleh peserta training kapan saja dan dimana saja, 24 jam! Peserta training bahkan dapat mengakses e-Learning di waktu senggang mereka di rumah bersama keluarga. Tidak ada pihak yang direpotkan saat anda ingin mengakses e-Learning di tengah malam di akhir pekan. Rasanya kita perlu berterima kasih pada teknologi Cloud yang memudahkan akses e-Learning melalui smartphone anda, selama anda punya akses internet, atau anda bisa mendownload modul e-Learning yang diperlukan saat anda di kantor dan mengaksesnya dirumah.

  1. Durasi training yang panjang

Trainer biasanya telah merancang tujuan pembelajaran dalam sebuah training berikut estimasi durasi pelatihan yang baku, tidak hanya satu atau dua jam tapi bisa berlangsung sampai 2 bahkan 3 hari. Ada beberapa konsekuensi ketika kita diwajibkan menghadiri training sampai berhari-hari. Abaikan sejenak menginap di hotel dan makanan enak yang disajikan. Perlu kita ingat pekerjaan yang kita tinggal di kantor demi menghadiri pelatihan tersebut dan deadline pekerjaan yang sering tidak bisa diajak kompromi, terutama bila rutinitas pekerjaan kita berhubungan langsung dengan klien perusahaan.

E-Learning dapat memberikan solusi alternatif pada durasi pelatihan yang panjang. Materi pelatihan dapat dipecah menjadi beberapa submodule dengan durasi 15-20 menit per submodule, jadi setiap scene dalam sebuah submodule berdurasi antara 1-2 menit. Kami menyesuaikan dengan pendapat minimatters.com bahwa perhatian millenials mulai meredup pada menit ke 4 dan 5 saat menonton sebuah video.

  1. Kontekstualitas materi dan praktik di lapangan

Training di dalam kelas seringkali tidak kontekstual dengan kondisi pekerjaan peserta training. Praktik training konvensional di dalam kelas seringkali mengalami hambatan untuk mendatangkan real-life situation kepada para peserta sehingga manfaat training tidak dirasakan dengan maksimal. Bahkan untuk beberapa materi training yang bersifat hands-on activities, peserta seringkali gagal menerapkan langkah demi langkah dari sebuah prosedur yang diajarkan di kelas sesuai dengan instruksi yang diberikan. Hal ini terjadi karena tidak adanya kesempatan bagi peserta kembali untuk mengulang kembali pembelajaran yang telah disampaikan.

Di lain pihak, peserta dapat mengakses materi e-Learning berulang kali kapanpun sampai mereka benar-benar paham materi yang disampaikan tersebut. Terlebih e-learning dapat menerapkan berbagai strategi penyampaian informasi, salah satunya melalui video animasi yang dapat membuat materi simulasi menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Peserta training dapat mempause atau me-replay video tersebut sampai benar-benar paham. Ada beberapa strategi pembelajaran lainnya yang dapat membantu pemahaman peserta training agar dapat memahami konten training lebih baik lagi seperti modelling, role play dan simulasi form filling, dan lain-lain. Karena pada hakikatnya setiap manusia memiliki gaya pembelajaran yang berbeda-beda, Anda dapat memilih salah satu strategi pembelajaran yang mendukung pemahaman anda lebih baik lagi.

  1. Tantangan Geografis

Trainer terbaik dimuka bumi pasti memiliki keterbatasan dalam penyampaian materi trainingnya. Bayangkan jika anda mempersiapkan satu materi training kelas untuk 17 bahasa yang berbeda, di beberapa lokasi dan zona waktu yang berbeda. Tentu trainer akan kesulitan untuk mempersiapkan materi training dan menyesuaikan diri pada situasi training yang berbeda.

Dalam elearning, perbedaan bahasa adalah sesuatu hal yang dapat diatasi dengan gampang. Peserta dapat mengubah bahasa di dalam e-learning sesuai dengan kemampuan bahasa mereka sebagai native speaker dalam suatu bahasa atau sebagai second language speaker. Tim developer dapat mempersiapkan e-learning dalam berbagai pilihan bahasa sesuai dengan kebutuhan klien.

  1. Update Konten Training

Seorang trainer tentu memerlukan waktu untuk menyusun strategi pelatihan jika terdapat update konten training yang disampaikan. Oleh karena itu, training di kelas menjadi sangat ketergantungan terhadap trainer sebagai pusat informasi.

Akan tetapi, di elearning update konten dapat menjadi sebuah kemudahan yang ekstra. Trainer dapat mengupdate materi kapan saja dan dimana saja. Materi yang ditambahkan dapat dalam format apa saja seperti pdf, e-book, video, quiz dan lain sebagainya. Trainer dan peserta pun dapat saling mengupdate informasi melalui forum diskusi yang disediakan di dalam cloud lms.

 

Jika perusahaan anda kini tengah melakukan transisi dari training di kelas ke e-learning, anda dapat bertukar pengalaman anda merasakan kemudahan tersebut pada kolom komentar. Terima kasih.

 

Terinspirasi oleh Deepa Katambur dari commlabindia.com

Oktober 4, 2017

Jasa Pembuatan Elearning di Indonesia

Filed under: E-Learning — Kiswanto Wirjadikarta @ 10:05 am

Jasa Pembuatan Elearning di Indonesia

PT. Ide Diconic Indonesia menyediakan jasa pembuatan elearning di Indonesia, baik dari konten maupun sistem learning management system berupa website yang dapat diakses melalui desktop ataupun mobile.

Ada banyak alasan untuk memilih Diconic sebagai mitra pelatihan online anda, salah satunya adalah ahrga yang kompetitif. Kami dapat memberikan harga yang terbaik untuk layanan yang kami tawarkan mulai dari 1 juta Rupiah. Tapi tentu saja harga bukan satu-satunya alasan untuk memilih jasa diconic, kami juga memiliki kualitas elearning yang terbaik. Kami telah dipercaya untuk menangani beberapa proyek besar untuk pengerjaan elearning dari beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia dari berbagai sektor bisnis, seperti Telekomunikasi, Oil and Gas, Training Consultant, Perbankan dan masih banyak lagi.

Kami bekerja sama dengan banyak expert yang berpengalaman lebih dari 10 tahun untuk menjadi Subject Matter Expert (SME) dalam modul-modul pembelajaran yang dibuat. Ada banyak trainer yang tersertifikasi yang menjadi narasumber kami dan menyajikan materi-materi pelatihan yang berkualitas terbaik. Oleh karena itu, Diconic mampu untuk menyajikan materi elearning untuk kategori general skill dan technical skill, bahkan materi sertifikasi. Kami juga unggul dalam waktu pengerjaan, kami dapat menyelesaikan suatu project elearning dalam rentang waktu yang realtif singkat. Jadi, klien tidak perlu menunggu waktu lama untuk dapat mengintegrasikan elearning di dalam perusahaannya.

Kami mendengarkan keinginan klien dan memahami kebutuhan klien serta mewujudkan ekspektasi mereka ke dalam sebuah elearning yang thoughtful dan comprehensive, sehingga tidak perlu ada revisi berkali-kali untuk mewujudkan kebutuhan elearning anda. Kami memanfaatkan animasi yang dinamis untuk membantu pemahaman anda dalam memahami sebuah konsep yang disajikan. Kami menghadirkan sebuah elearning yang interaktif serta sistematis melalui tampilan animasi yang menarik.

Diconic sangat memerhatikan detil pengerjaan sebuah elearning dan menempatkan diri sebagai user sekaligus developer untuk terus dapat memahami ekspektasi yang klien percayakan kepada kami. Strategi pembelajaran yang disampaikan didalam elearning telah melalui serangkaian pemikiran yang matang dan pengujian yang intensif agar strategi tersebut membantu pemahaman anda untuk mengerti konten training yang disajikan. Ada banyak strategi pembelajaran yang Diconic dapat sajikan dalam sebuah kursus elearning antara lain gamification, story telling, comic, scenario based dan masih banyak lagi.

Jasa pembuatan elearning yang kami tawarkan tidak hanya menyajikan sebuah informasi dalam sebuah format digital tapi kami juga memberikan sebuah pengalaman yang tidak akan anda lupakan ketika mempelajari hal baru melalui sebuah media digital, elearning. Kami dapat membangun suasana dan ambience dalam perusahaan anda untuk dihadirkan di dalam elearning, sehingga elearning yang disajikan menjadi sebuah pengalaman hidup yang menarik dan lebih terasa real.

Anda dapat berkonsultasi dengan tim kami untuk sekedar memahami apa itu elearning atau mengkomunikasikan kebutuhan elearning dalam perusahaan anda, maka kami dengan senang hati untuk mendengarkan setiap detil kebutuhan anda dan siap mewujudkannya melalui tangan-tangan terbaik dari tim Diconic.

 

Video Animasi dan Bisnis

Filed under: Video Animation — Kiswanto Wirjadikarta @ 8:38 am

Video Animasi dan Bisnis

Halo Pengunjung Website Diconic,

Kita telah membahas tentang elearning pada dua artikel sebelumnya, tapi diconic juga menyediakan service pembuatan video animasi untuk berbagai kebutuhan.

Apakah anda menyadari bahwa menyajikan materi terkadang dapat terasa membosankan. Sebetulnya, sebuah materi atau konsep dapat dibuat lebih menarik lagi dengan menampilkan dalam sebuah video, terlebih dengan menyajikan animasi di dalamnya. Animasi dapat mengurai kompleksitas dalam sebuah konsep jadi lebih mudah dipahami. Hal ini tentu cocok untuk menjabarkan konsep yang bersifat simulasi, prosedur atau menjelaskan skema sebuah pekerjaan.

Dalam perjalanan bisnis yang sudah Diconic tempuh, kami telah membuat berbagai project mock up dari berbagai klien besar dari berbagai sektor bisnis seperti Telekomunikasi, Oil and Gas, Pemerintahan, dll. Animasi yang kami buat termasuk juga cartoon series.

Kami bekerja sama dengan Zen Pencils, yaitu Kartunis dari Australia yang mengubah kutipan-kutipan dari tokoh terkenal melalui buku menjadi sebuah komik. Zen Pencils yang di gawangi oleh Gavin Aungthan telah sukses menyedot perhatian netizen dengan berbagai quotes comic yang sangat menginspirasi. Komik karya beliau begitu diminati hingga telah dibuat menjadi berbagai buku. Sudah banyak remake komik karya zen pencils tapi masih kurang greget menurut tim Diconic, karena pergerakan animasi yang terlalu biasa dan backsound yang seadanya. Oleh karena itu, tim Diconic terinspirasi untuk membuat live comic dengan animasi yang lebih keren dan backsound yang lebih menarik lagi. Kami membuat 1 sample live comic Zen Pencils dan ternyata sambutan netizen lebih baik lagi sampai kami mendapatkan 2,000an views di FB page Elearning Diconic dan beberapa share. Sesuatu yang mengejutkan terjadi pada 4 Oktober 2017, saat Gavin (Author Zen Pencils) me-repost karya kami di wall FB nya dan sambutan netizen lebih heboh lagi dan mendapatkan 12.000an views dalam 9 jam saja dan banyak yang memberikan respon positif. Kami jadi lebih antusias untuk membuat karya remake selanjutnya.

Masih banyak yang pesimis kalau anak Indonesia belum mampu untuk menampilkan karya animasi yang menarik dengan world class, tapi kami yakin bahwa Diconic mampu untuk menampilkan karya-karya animasi yang lebih baik lagi ke depannya.

Dalam posting ini, kami tampilkan juga karya animasi live comic Zen Pencils Episode 2 dengan judul The Can Do Girl. Kami kerjakan karya ini dengan sepenuh hati dan kami yakin akan mendapatkan respon yang sama atau lebih baik dari sebelumnya.

Bila anda tertarik untuk menggunakan animasi ke dalam bisnis anda, tentu dapat menjadi pilihan yang bijaksana untuk mengiklankan produk anda dan membuatnya viral. Anda dapat menghubungi kami utnuk mendapatkan berbagai saran mengenai animasi seperti apa yang anda butuhkan untuk mempromosikan bisnis anda.

Oktober 3, 2017

ELEARNING DAN ROI, APAKAH BALIK MODAL?

Filed under: E-Learning — Kiswanto Wirjadikarta @ 5:13 am

ELEARNING DAN ROI, APAKAH BALIK MODAL?

Seberapa spesial hubungan ROI dan E-Learning? Pertanyaannya mungkin terlalu dramatis, tapi tidak ada salahnya apabila kita coba analisis antara keduanya. Bukan se-spesial apa yang akan dibahas, namun yang bagaimana pengaruh e-learning terhadap ROI serta bagaimana pandangan perusahaan terhadap benefit yang akan didapatkan perusahaan jika menggunakan jasa e-learning.

Pertama, kita akan coba pahami ROI terlebih dahulu. ROI (Return On Invesment) Menurut Munawir (1195:89) adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.

            Kedua, mari kita pahami tentang SDM. Sinurat (2008) mengatakan bahwa “sumber daya manusia adalah satu-satunya sumber daya perusahaan yang memiliki kekuasaan untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya yang lain dalam organisasi. Sumber daya manusia adalah satu-satunya sumber daya   yang memiliki kekuasaan untuk merencanakan dan mengendalikan kegiatannya sendiri”. Dari pernyataan tersebut saya berasumsi bahwa peran sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, peningkatan sumber daya manusaia adalah hal penting dilakukan oleh perusahaan.

Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibutuhkan biaya yang tidak sedikit baik mengundang mentor/trainer ataupun dalam menyiapkan hal-hal lain yang mendukung sebuah pelatihan, terlebih kebutuhan pelatihan dilakukan tidak hanya satu kali tapi berkelanjutan. Hal ini yang menyebabkan seringkali biaya pelatihan jadi membengkak.

Teknologi yang berkembang pesat dapat kita manfaatkan untuk mengatasi hal ini. Teknologi tentu bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Berbicara tentang teknologi yang berkaitan dengan pelatihan, ada metode pembelajaran yang dikenal dengan e-learning. Mengapa e-learning? Beberapa situs seperti elearningindustry.com dan learndash.com, menyarankan bahwa e-learning adalah masa depan yang membuat pengembangan SDM dapat menjadi ekonomis dan efisien. Satu point yang saya garis bawahi dari pertanyataan mereka bawa pengguanaan e-learning itu cost efective. Perusahaan mengeluarkan biaya yang besar melalui sistem pembelajaran konvensional. Biasanya, uang dihabiskan untuk trainer dan pergantian karyawan, penyewaan ruangan kelas, penyewaan infrastruktur, biaya pelatih per jam dan biaya kertas dan dokumentasi.

E-Learning tidak hanya lebih murah tapi juga lebih ramah lingkungan. Dalam hal biaya, bisnis tidak lagi harus dihabiskan untuk penyewaan kelas & infrastruktur yang menunjang adanya suatu pelatihan. Biaya pelatih hanya dibebankan satu kali karena bahan yang sama dapat digunakan kembali untuk beberapa batch peserta didik. Akhirnya, karena semua modul pelatihan dalam format digital baik melalui komputer ataupun perangkat mobile, maka konsumsi kertas berkurang secara signifikan.

Dunia memang terus berubah dengan cepat dan, sayangnya, perubahan seringkali terasa sangat menyakitkan! Bagaimana organisasi dapat mendukung karyawan melalui transisi ini secara lebih efektif? Apa sajakah pertimbangan untuk intervensi yang berhasil? Salah satunya adalah e-learning.

Kembali ke bahasan utama, bagaimana melibatkan ROI dalam mempertimbangkan penggunaan E-Learning dalam perusahaan. Setelah kita sedikit membahas mengenai ROI dan SDM. Coba kita lihat bagaimana perhitungan secara matematis antara keduanya, dengan mengguanakan contoh kasus berikut ini:

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan kuliner Jakarta Dely menginvestasikan dana awal sebesar 100juta. Di bulan pertama Jakarta Dely mendapatkan laba bersih senilai 10juta.

Namun, karena pemilik perusahaan menilai bahwa apabila kualitas pekerjanya ditingkatkan akan mendapat keuntungan lebih dari itu. Dan di asumsikan bahwa laba yang akan di peroleh secara berkala jika dilakukan pelatihan terhadap pekerjanya adalah dua kali lipat dari laba bulan pertama.

 

Tentukan ROInya

(10jt/100jt)x100%= 10% jadi ROI nya adalah 10%

(20jt/100jt)x100%= 20% jadi ROI nya adalah 20%

 

Selanjutnya tinggal kita analisis biaya yang dikeluaran untuk melakukan pelatihan tersebut. Dengan menggunakan pelatihan konvensional dan dengan metode e-learning. Setelah membandingkan ROI nya kita akan mendapat hasilnya. Dan keputusan ada di tangan anda. Perhitungan diatas adalah estimasi Jakarta Dely saat menginvestasikan dananya kepada pelatihan. Transisi yang dilakukan dari pelatihan konvensional ke e-Learning tentu akan terasa menyakitkan di awal karena besar biaya yang akan di keluarkan. Akan tetapi, beban tersebut hanya dibebankan di awal karena adanya pembuatan konten dan sistem. Sementara itu jika sistem dan konten e-Learning sudah jadi, maka Jakarta Dely hanya tinggal melaksanakan pelatihan tersebut tanpa ada biaya lagi yang dikeluarkan. Oleh karena itu, bertransisi ke e-Learning adalah sebuah pilihan yang bijaksana dan bukti kesiapan ada untuk menghadapi masa depan.

 

Anda dapat request password ke ide@diconic.co.id untuk mendapatkan akses ke portfolio diconic. Anda dapat mempelajari sistem yang kami bangun dan mulai mempertimbangkan pengintegrasian e-Learning ke perusahaan anda.

Oktober 2, 2017

e-Learning Harga Sejuta

Filed under: E-Learning — Kiswanto Wirjadikarta @ 8:19 am

e-Learning Harga Sejuta

e-Learning mulai dari harga 1 Juta Rupiah, dapet apa?

Banyak yang berpikir kalau e-Learning itu adalah service yang mahal, ngabis-ngabisin anggaran ratusan sampai milyaran rupiah. Kata siapa?

Mari konsultasi ke diconic, kebutuhan e-Learning anda. Kita punya penawaran yang menarik mulai dari 1 juta rupiah saja.

 

Powered by WordPress

Halo! Jangan di skip ya! Ini adalah contoh module gamifikasi yang dibuat oleh tim Diconic. Yuk cobain gamenya sekarang. Gratis! hei